Ekspor Tiongkok kemungkinan mengalami kontraksi lebih lambat pada Agustus, menurut jajak pendapat Reuters kemarin, menyoroti bahwa produsen masih berada dibawah tekanan setelah pengiriman keluar negeri mencatat kinerja terburuk sejak Februari 2020 pada bulan lalu. Data untuk Agustus diperkirakan menunjukkan penurunan ekspor sebesar 9,2 persen dari tahun sebelumnya, menyusul penurunan sebesar 14,5 persen pada Juli, menurut perkiraan median dari 33 ekonom dalam jajak pendapat tersebut. Barclays dan Nomura merupakan perusahaan yang paling bearish memperkirakan permintaan luar negeri untuk barang-barang Tiongkok memburuk bulan lalu dan memperkirakan penurunan ekspor sebesar 15 persen sementara Standard Chartered memperkirakan ekspor turun hanya sebesar 4 persen. ( tbu )




