Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan, untuk mengatasi kondisi polusi udara di wilayah Jabodetabek, pihaknya sudah menonaktifkan PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap batu bara. Disebutkan PLTU yang di non-aktifkan mencakup PLTU Suralaya 1, 2, 3 dan 4 di Cilegon, Banten. Meski demikian, walau PLTU Suralaya sudah di matikan, data menunjukan, situasi polusi di Jabodetabek tidak juga berkurang dengan cepat. Tercatat, PLTU Suralaya 1, 2, 3 dan 4 memiliki kapasitas sebesar 4 kali 400 Mega Watt yang berlokasi di Merak, Cilegon, Banten milik anak usaha PLN Persero, yaitu Indonesia Power. ( ben )



