Riset terbaru Statista menyebut, potensi pendapatan produk kecantikan di Indonesia tahun ini bisa mencapai 8 miliar dolar amerika atau sekitar 121,35 triliun rupiah. Pasar diperkirakan akan tumbuh berkisar 4 setengah persen di 2023 sampai 2028. Kontribusi pasar berasal dari lima segmen, yaitu; kosmetik, perawatan kulit, personal care, parfum dan teknologi kecantikan. Dari lima segmen ini, segmen personal care berkontribusi paling jumbo, yakni 3,41 miliar dolar amerika. Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia mengaku, hingga pertengahan tahun ini ada lebih dari seribu perusahaan yang bergerak di industri kecantikan ini, naik 18 persen ketimbang tahun lalu. ( tbu )




