Ketua gabungan pengusaha ekspor indonesia, Benny Soetrisno kecewa dengan penambahan libur cuti bersama Idul Adha. Benny Soetrisno mengatakan libur panjang apalagi tambahan cuti bersama merugikan pelaku usaha khususnya manufaktur. Menurut Benny, pengusaha sedang re-adjust setelah covid-19. Ia mengilustrasikan saat produksi terhambat akibat banyak libur maka akan berdampak pada pengiriman barang terutama yang berbasis ekspor. Ibarat pedagang makanan yang libur tak jualan sedangkan pelanggannya terpaksa beli ke kompetitor berpotensi pelanggan hilang atau pindah ke produsen yang lain. Belum lagi efek biaya produksi yang bertambah akibat tambahan libur panjang. ( tbu )




