Penjualan rumah tapak atau landed house dinilai kian prospektif sepanjang tahun ini seiring perbaikan daya beli dan masih tingginya kebutuhan hunian di Indonesia. Masih potensialnya bisnis ini tercermin dari pendapatan 43 emiten properti Kuartal pertama tahun ini yang melonjak 32 persen dibanding periode sama tahun lalu, menjadi 7 , 8 triliun rupiah. 43 emiten ini lebih banyak menggarap segmen pasar perumahan dengan harga diatas 1 miliar rupiah. Ini terlihat dari tren pertumbuhan penyaluran KPR bank-bank di lndonesia yang mulai meningkat. Tahun lalu sebesar 7 persen, sedangkan tahun ini diperkirakan bisa mendekati 10 persen. ( tbu )



