Maskapai penerbangan India, Go First, resmi mengajukan kebangkrutan pada hari Selasa kemarin waktu setempat. Mereka menyalahkan masalah mesin buatan Pratt and Whitney yang rusak sebagai alasan untuk tidak mengoperasikan sekitar setengah dari total armadanya. Langkah tersebut menandai keruntuhan maskapai besar pertama di India sejak Jet Airways mengajukan kebangkrutan pada tahun 2019 lalu. Kasus ini juga menggaris bawahi persaingan sengit di sektor yang didominasi oleh IndiGo dan penggabungan Air India dan Vistara belum lama ini. Tercatat, total utang Go First kepada kreditor keuangan mencapai 65,2 miliar rupee pada 28 April lalu. ( ben )




