Filipina dan Amerika Serikat meluncurkan latihan militer bersama antar tentara pada Senin kemarin. Adapun fokus latihan kali ini difokuskan pada peningkatan kemampuan negara Asia Tenggara untuk melindungi dan mempertahankan wilayahnya dari ancaman eksternal. Latihan itu dilakukan menyusul keputusan Presiden Filipina Ferdinand Marcos junior bulan lalu untuk memperluas akses Amerika serikat ke pangkalan militer negaranya. Ini merupakan sebuah langkah yang membuat marah Tiongkok lantaran Filipina dipandang sebagai titik tumpu persaingan geopolitik antara dua kekuatan besar. Lebih dari 3 ribu tentara Filipina dan Amerika akan berpartisipasi dalam latihan tahunan selama tiga minggu yang disebut Salaknib tersebut. Latihan itu melibatkan beberapa latihan senjata kecil, tembakan langsung artileri dan mortir, dan proyek konstruksi. ( tbu )



