Kimia Farma melalui anak usahanya, Kimia Farma Sungwun Pharmacopia KFSP berupaya menekan impor bahan baku obat BBO guna mendukung program pemerintah dalam mencapai ketahanan industri farmasi nasional. Sepanjang tahun lalu, KFSP berhasil memproduksi 13 jenis BBO. Melalui anak usahanya, KFSP mengembangkan bahan baku obat sesuai prioritas kebutuhan nasional. Dia berharap Kimia Farma dapat ikut berperan dalam menurunkan jumlah impor BBO di Indonesia, serta dapat terus mengoptimalisasi penggunaan BBO dalam negeri. 13 item BBO yang diproduksi tahun lalu terdiri dari simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin, clopidogrel, entecavir, remdesivir, tenofovir, lamivudine, zidovudine, efavirenz, attapulgite, iodium povidone dan amlodipine. ( tbu )




