Angkatan bersenjata Prancis dikabarkan mulai mengalami kekurangan cadangan amunisi akibat rutin memberikan bantuan ke Ukraina selama perang dengan Rusia berlangsung. Jenis amunisi yang mulai langka adalah peluru kaliber 155 milimeter yang digunakan perangkat howitzer dan meriam artileri. Hal itu berdasarkan laporan dari Julien Rancoule dan Vincent Bru, anggota parlemen Prancis yang menyusun laporan tentang cadangan amunisi.




