Twitter kemarin dituntut oleh para mantan karyawan atas berbagai pelanggaran hukum usai perusahaan itu diambil alih Elon Musk. Seorang pengacara untuk para pekerja Shannon Liss-Riordan, telah mengajukan 100 tuntutan arbitrase terhadap Twitter. Tuntutan arbitrase menuduh Twitter melakukan diskriminasi jenis kelamin, pelanggaran kontrak, dan secara ilegal memberhentikan karyawan yang sedang cuti medis atau cuti orang tua. Sebelumnya, Twitter memberhentikan 3700 karyawan pada awal November untuk memangkas biaya. Ratusan lainnya kemudian mengundurkan diri. Mengenai hal itu, Twitter tidak segera memberikan komentar. ( tbu )



