Resiko resesi semakin menggerogoti banyak negara termasuk Inggris. Kini penjualan ritel di Inggris anjlok akibat melonjaknya biaya hidup yang menekan pengeluaran rumah tangga. Data Kantor Statistik Nasional ONS mencatat volume penjualan ritel turun 1,6 persen secara bulanan pada Agustus, penurunan terbesar sejak Desember 2021. Data juga menunjukkan mata uang pound turun lebih jauh menuju 1,14 per dolar amerika. Ini menjadi penurunan terburuk dari semua perkiraan dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom yang menunjukkan penurunan 0,5 persen. ( tbu )




