Pemerintah Iran resmi melakukan pembayaran impor barang menggunakan cryptocurrency, dengan nilai setara 10 juta dolar amerika. Agensi semi resmi, Tasnim mengatakan, impor barang menggunakan aset kripto dilakukan Iran, untuk menghindari sanksi dari Amerika Serikat. melalui transaksi menggunakan aset kripto Iran juga lebih leluasa melakukan perdagangan dengan negara-negara yang terkena sanksi Amerika Serikat, seperti Rusia. Untuk itu, akhir bulan depan penggunaan aset kripto dan kontrak pintar akan di gunakan Iran secara secara lebih luas dalam aktifitas perdagangan luar negerinya dengan negara-negara lain. ( ben )




