Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini mencapai 5,44 persen secara tahunan. Pencapaian ini melanjutkan pertumbuhan positif pada kuartal pertama tahun ini yang sebesar 5 koma 01 persen year on year. Pertumbuhan itu mayoritas ditopang konsumsi rumah tangga, khususnya ada momen Hari Raya Idul Fitri dan diperbolehkannya mudik oleh Pemerintah. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara bahkan mengatakan, jika masyarakat tidak membelanjakan uangnya, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa anjlok. Selain faktor mudik lebaran, lonjakan konsumsi rumah tangga juga lantaran pemerintah menahan kenaikan harga BBM Pertalite. ( tbu )



