Meski jadi negara ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok telah kehilangan investor asing selama setahun terakhir akibat berbagai masalah dan tindakan pemerintah sendiri. Seperti aturan ketat perusahaan teknologi, sektor properti yang merugi, hingga lockdown di beberapa kota. Analis dari Goldman Sachs Asset Management menilai, Tiongkok yang pernah menjadi mercusuar peluang ekonomi terbesar kedua dunia, kini ditinggal investor. Hilangnya investor asing ditandai dana ekuitas yang keluar dari Tiongkok mencapai 1 koma 4 miliar dolar amerika pada Maret-April. Namun, masih ada secercah harapan bagi Tiongkok untuk mengambil hati investor asing yaitu tanda-tanda akan mengurangi tekanan kepada perusahaan swasta, terutama di sektor teknologi. ( tbu )



