BNI pada kuartal pertama tahun ini mencatat laba bersih 3,9 triliun rupiah, tumbuh 63 persen dibanding periode sama tahun lalu. Pencapaian laba bersih ini dihasilkan dari Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan yang tumbuh 7 persen menjadi 8 setengah triliun rupiah. Pencapaian pendapatan operasional ini bahkan adalah tertinggi yang pernah dihasilkan BNI, lebih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi. Selain itu, upaya perbaikan kualitas kredit melalui monitoring, penanganan dan kebijakan yang efektif membuat biaya pencadangan kredit juga turun tajam sebesar 26 persen. ( tbu )



