Ditjen Pajak

Ditjen pajak memastikan PPN dikenakan terhadap imbal jasa penyelenggara layanan Fintech, seperti Go-Pay, OVO, DANA, dan sebagainya, serta bukan berdasarkan jumlah transaksiĀ  konsumen. Ditjen pajak mencontohkan, konsumen yang mengisi saldo e-wallet tidak akan dibebani PPN, dan PPN dipungut atas setiap biaya administrasi transaksi yang dikenakan oleh penyelenggara e-wallet. Dalam PMK 69 Tahun 2022 dijelaskan, penyelenggara fintech yang dikenakan PPN diantaranya penyedia jasa pembayaran, penyelenggara settlement investasi, crowdfunding, layanan pinjam meminjam, hingga layanan pendukung keuangan digital lainnya. adapun penyedia jasa pembayaran sebagaimana dimaksud mencakup uang elektronik, dompet elektronik, layanan switching, kliring, penyelesaian akhir, dan transfer dana. ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *