Nike, Adidas dan Ralph Lauren

Beberapa brand fashion global seperti Nike, Adidas, hingga Ralph Lauren belakangan makin sulit ditemukan di toko-toko ritel, seiring dipangkasnya jumlah peritel yang melakukan penjualan. Kondisi itu terjadi, lantaran para produsen fashion kenamaan focus mendorong channel penjualan resminya khususnya melalui website resmi perusahaan. Strategi untuk memangkas jumlah riteler, sebenarnya telah dimulai sebelum pandemi Covid-19, namun jumlahnya meningkat pesat selama dua tahun terakhir. Disebutkan, Nike telah memfokuskan sumber daya pemasara hanya pada 40 mitra ritel, termasuk Foot Locker dan Dick’s Sporting Goods. Sementara Adidas dan Under Armour telah mengikuti jejak Nike memangkas jaringan grosirnya sendiri, serta focus ke website, termasuk Amazon. ( ben )

 

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published.