Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding pendahulunya, Barack Obama, telah melakukan tindakan pengkhianatan dengan memimpin konspirasi untuk menggagalkan kemenangannya dalam pemilu 2016. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan di Gedung Putih bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos junior Selasa waktu setempat. Trump menambahkan upaya-upaya untuk menjegal dirinya selama bertahun-tahun merupakan bagian dari “kudeta”. Trump juga menuduh Obama berupaya mencuri pemilu dan menyebut tindakannya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara. Tuduhan Trump mengacu pada laporan yang dirilis Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard pada 18 Juli 2025. Gabbard menuduh Obama dan sejumlah pejabat keamanan nasional dari era pemerintahannya telah mempolitisasi informasi intelijen guna menjatuhkan Trump. (tribun-tbu)




