ASEAN+3 Macroeconomic Research Office atau AMRO memprediksi besarnya potensi pembengkakan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto atau debt to GDP ratio pada tahun ini hingga 2029. Rasio utang pemerintah terhadap PDB diprediksi terus naik dari 2024 di 39,8% dari PDB, menjadi 40,7% pada 2025. Lalu 2026 jadi 41,1 dan bertahan sampai 2027. Laju pembengkakan kembali terjadi pada 2027 sebesar 41,4%, 2028 41,7%, dan 2029 menjadi 42%. Namun masih jauh di bawah aturan fiskal sebesar 60%. Tim ekonom AMRO menjelaskan, peningkatan ini didorong oleh defisit keseimbangan primer yang terus membengkak dan biaya pinjaman yang lebih tinggi ke depannya. Defisit keseimbangan primer ini diproyeksikan meningkat karena belanja yang lebih tinggi dalam jangka menengah dipicu perluasan program-program prioritas pemerintah. ( tbu )




