Huayou Indonesia sesuaikan kadar bahan baku nikel

Anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt Tiongkok, atau Huayou Indonesia mengatakan, penyesuaian kadar bahan baku nikel bisa dijadikan opsi untuk menyesuaikan penggunaan sulfur, ditengah kenaikan harga yang mengerek biaya produksi. Kondisi itu, berpotensi menekan margin pabrik pemurnian atau smelter high pressure acid leach, HPAL. Pasalnya, sulfur merupakan bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi asam. Kenaikan harga sulfur yang sempat menyentuh 150 dolar amerika perton,  dan sekrang melandai ke level 113 hingga 114 dolar per ton, dipastikan berdampak pada biaya produksi dari smelter hidrometalurgi berbasis HPAL di Indonesia yang menggunakan asam bertekanan tinggi. ( /ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *