Produsen mobil mewah asal Jerman, Porsche mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan bisnis di Rusia. Hal ini bertentangan dengan sejumlah sanksi ekonomi yang diterapkan Berlin dan sejumlah sekutunya sejak 2022 lalu. Porsche mengaku, alasan dari belum hengkangnya perusahaan itu adalah lantaran gagalnya penjualan aset. Padahal sejatinya, produsen yang berpusat di Stuttgart itu telah mengumumkan rencana untuk menarik diri tak lama setelah eskalasi konflik Ukraina pada bulan Februari 2022. Porsche AG masih memiliki tiga anak perusahaan Rusia, Porsche Russia, Porsche Center Moscow, dan PFS Russia. Semua upaya menjual perusahaan-perusahaan ini sejauh ini tidak berhasil. ( tbu )



