Pengeluaran rumah tangga Jepang secara tak terduga turun pada April, lantaran konsumen mengencangkan dompet mereka dalam menghadapi harga yang lebih tinggi. Data kementerian dalam negeri menunjukkan pada Jumat pengeluaran konsumen turun 0,1 persen pada April dari tahun sebelumnya. Itu lebih buruk dari perkiraan pasar rata-rata untuk pertumbuhan 1,4 persen dan kenaikan 2,1 persen pada Maret. Pada basis bulan ke bulan yang disesuaikan secara musiman, pengeluaran turun 1,8 persen, dibandingkan perkiraan penurunan 0,8 persen. Tren konsumsi dan upah merupakan salah satu faktor utama yang diperhatikan Bank Jepang untuk mengukur kekuatan ekonomi dan memutuskan seberapa cepat akan menaikkan suku bunga.




