Jumlah tamu hotel di Jakarta turun setelah penetapan efisiensi anggaran pemerintah berlaku mulai awal tahun ini. Demi menekan pengeluaran, hotel-hotel di Jakarta mengambil langkah antisipatif berupa efisiensi listrik dan air. Pasalnya menurut Ketua PHRI Jakarta Sutrisno Iwantono, selain keterisian kamar hotel yang kian berkurang, kenaikan biaya operasional juga menjadi masalah bagi pengelola hotel. Tarif air dari PDAM naik hingga 71 persen, sementara harga gas melonjak 20 persen. Belum lagi adanya kenaikan tahunan UMP yang menyebabkan tekanan dari sisi pendapatan dan pengeluaran yang tidak seimbang, sehingga memicu pelaku usaha mulai mengambil langkah-langkah antisipatif. Jika kondisi terus berlanjut, sebagian besar pengusaha hotel di Jakarta bakal melakukan PHK. ( tbu )




