Konsulat Jenderal Republik Indonesia atau KJRI di Istanbul menyebutkan, belum ada laporan Warga Negara Indonesia, menjadi korban gempa bermagnitudo 6,2 di Istanbul, Turki. KJRI Istanbul menyebutkan, sebanyak 2 ribu 648 orang WNI terdata berada di wilayahnya. Dari jumlah itu, sebanyak 864 orang pekerja profesional, 776 orang pelajar, serta sebanyak 669 orang merupakan WNI yang menikah dengan Warga Negara Turki. Gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang Istanbul sekitar jam 4 sore waktu Indonesia. Setelah itu, gempa susulan mengguncang setelah terjadinya gempa dahsyat yang menyebabkan pemadaman listrik, hingga gangguan komunikasi serta internet. ( ben )




