Lembaga Energi Internasional, IEA, secara drastis memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2025, menyusul langkah serupa dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak, OPEC. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap dampak dari meningkatnya ketegangan dagang global yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Dalam laporan bulanan terbaru, IEA memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini hanya akan mencapai 730 ribuan barel per hari. Angka itu menunjukan revisi tajam dari proyeksi sebelumnya sekitar 1 juta barel. ( ben )




