Pelemahan daya beli masyarakat mulai terasa dampaknya di momen Lebaran 2025. Salah satu indikatornya terlihat dari turunnya jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi bus antarkota antarprovinsi atau AKAP. Sekjen Organisasi Angkutan Darat atau Organda Ateng Aryono mengungkapkan, bahwa tingkat okupansi bus AKAP pada musim mudik tahun ini mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Armada bus AKAP yang tergabung dalam Organda totalnya sekitar 13 ribu unit. Semua perusahaan otobus berupaya agar seluruh armadanya beroperasi. Tapi okupansi yang ditargetkan bisa mencapai 60%, kenyataannya tidak sampai. Sebagai perbandingan, pada musim Lebaran 2024 lalu, tingkat keterisian bus AKAP sempat mencapai 80 sampai 85%. Menurut Ateng, anjloknya okupansi ini disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat, khususnya pada segmen pengguna bus AKAP yang tergolong paling rentan terhadap tekanan ekonomi. (kontan-tbu)




