Mendikdasmen Abdul Mu’ti, pemerintah rancang sistem kurikulum baru lebih fleksibel

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, mengungkapkan pemerintah tengah merancang sistem kurikulum baru yang lebih fleksibel bagi siswa yang disebut sekolah rakyat. Model ini disebut sebagai kurikulum multi-entry dan multi-exit, yang memungkinkan peserta didik memulai pendidikan mereka dalam gelombang berbeda tanpa harus mengikuti tahun ajaran yang seragam. Menurutnya, setelah siswa masuk ke dalam sistem ini, mereka akan di-asramakan dan bisa memulai pembelajaran. Kurikulum ini juga dirancang secara khusus, berbeda dari kurikulum sekolah formal yang ada. Pemerintah menyebutnya sebagai kurikulum tailor-made atau kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Model ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. (kps-tbu)

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *