Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat keputusan mengejutkan dengan membekukan anggaran media pemerintah, termasuk Voice of America atau VOA pada Sabtu pekan lalu. Akibatnya, sebanyak 1300 karyawan diberi cuti administratif secara mendadak. Direktur VOA, Michael Abramowitz mengatakan, untuk pertama kali dalam sejarah, lembaga penyiaran yang telah beroperasi sekitar 83 tahun itu terpaksa berhenti siaran. Keputusan Trump ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk jurnalis, organisasi kebebasan pers serta pemimpin politik Amerika serikat. Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump Jumat pekan lalu itu mencantumkan US Agency for Global Media atau USAGM sebagai lembaga yang dianggap tidak lagi diperlukan. Kari Lake, penasihat senior yang ditunjuk Trump mengklaim, pemotongan dana ini bertujuan memastikan pajak rakyat tidak lagi digunakan untuk “propaganda radikal.” Ribuan karyawan VOA menerima e-mail mendadak pada akhir pekan yang menginstruksikan mereka untuk tidak masuk kantor dan diwajibkan mengembalikan kartu pers, laptop, dan peralatan kerja lainnya. ( tbu )




