Goldman Sachs Group memangkas peringkat aset investasinya di Indonesia, terutama dipasar saham dan surat utang, seiring meningkatnya resiko fiskal dari sejumlah inisiatif Presiden Prabowo. Tercatat, Bank investasi asal Amerika Serikat itu memotong peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi market weight. Sementara di pasar obligasi, Goldman Sachs juga menyesuaikan peringkat untuk surat utang negara tenor 10 tahun hingga 20 tahun menjadi netral. Para analis Goldman Sachs menilai risiko tersebut berpusat pada kekhawatiran atas ekonomi setelah Prabowo mengumumkan serangkaian langkah pemerintah. Termasuk realokasi anggaran, pembentukan dana kekayaan negara dan perluasan kebijakan perumahan untuk keluarga berpenghasilan rendah, yang diproyeksikan akan memperburuk deficit anggaran. ( ben )




