Goldman Sachs Group memangkas peringkat aset investasinya di Indonesia, terutama dipasar saham dan surat utang, seiring meningkatnya resiko fiskal dari sejumlah inisiatif Presiden Prabowo. Berdasarkan laporan Bloomberg Senin 10 Maret, bank investasi asal Amerika Serikat itu memotong peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi market weight. Sementara di pasar obligasi, Goldman Sachs juga menyesuaikan peringkat untuk surat utang negara tenor 10 tahun hingga 20 tahun menjadi netral dari sebelumnya termasuk disukai. Tercatat, Pasar saham Indonesia terus tertekan dalam beberapa bulan terakhir akibat kekhawatiran atas ketegangan perdagangan global dan melemahnya ekonomi domestik. ( ben )




