Perusahaan Dana Pensiun BCA atau DPBCA menyebutkan, hingga Desember 2024 total investasinya mencapai 5,8 triliun rupiah, tumbuh 2,6 persen secara tahunan. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menuturkan, penempatan investasi terbesarnya berada di instrumen Surat Berharga Negara, SBN, dengan porsi sebesar 36,7 persen dari total portofolio. Meski berisiko rendah, namun SBN masih menawarkan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan instrumen lain dengan risiko yang sebanding, seperti deposito atau obligasi korporasi dengan peringkat lebih rendah. untuk strategi jangka menengah, Dapen BCA akan masuk pada investasi Obligasi Korporasi dan SBN dengan durasi lima tahun, serta reksadana pendapatan tetap. ( ben )




