Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, APPI, memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance sulit untuk tumbuh mencapai dobel digit pada 2025, serta hanya berkisar 7 sampai 8 persen. Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno menerangkan, hal tersebut dipicu berbagai faktor, termasuk masih ada potensi pelemahan daya beli hingga penjualan kendaraan yang belum pulih. Jika ditelaah berdasarkan data OJK, pertumbuhan industri multifinance terbilang sangat melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan kinerja terbaru, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance sebesar 501,37 triliun rupiah per November 2024, atau tumbuh 7,27 persen. ( ben )




