Penyelidik anti-korupsi Korea Selatan pada Selasa ini sedang menunggu surat perintah penangkapan baru yang diperintahkan pengadilan untuk Presiden yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol. Yoon telah tiga kali menolak pemeriksaan terkait keputusan darurat militer bulan lalu dan bersembunyi di kediamannya dikelilingi oleh ratusan penjaga yang mencegah penangkapannya. Kemungkinan besar surat perintah baru akan diberikan oleh pengadilan yang sama yang mengeluarkan perintah pertama, yang habis masa berlakunya setelah tujuh hari. Meski demikian para penyelidik menolak mengungkapkan jangka waktu surat perintah baru. Tidak ada komentar dari penyelidik atau pengadilan Seoul mengenai surat perintah baru yang disetujui Selasa pagi. (cna-tbu)



