Setelah 11 Tahun Telegram akhirnya catat keuntungan pertama kalinya

Setelah kurang lebih 11 tahun beroperasi, aplikasi pesan instan Telegram akhirnya mencatatkan keuntungan untuk pertama kalinya. CEO Telegram Pavel Durov mengungkapkan pendapatan Telegram pada tahun ini mencapai lebih dari 1 miliar dolar Amerika atau sekitar 16,2 triliun rupiah, melonjak tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Telegram juga mengungkapkan memiliki lebih dari 500 juta dolar Amerika dalam bentuk cadangan kas, belum termasuk aset kripto. Pendapatan Telegram naik lantaran tiga tahun terakhir, perusahaan itu mulai melakukan monetisasi, yakni merilis layanan berbayar, bernama Telegram Premium. Layanan itu sendiri dirilis pada 2022 dengan biaya langganan 4,99 dollar Amerika atau 80 ribu rupiah per bulan. Telegram Premium melengkapi sejumlah layanan monetisasi perusahaan, selain bagi hasil ke kreator, langganan tingkat bisnis, Mini Apps dan lain sebagainya. (kompas-tbu)

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *