Jaringan kedai kopi asal Amerika Serikat, Starbucks, mengumumkan keputusan terkait harga produknya untuk tahun fiskal 2025. CEO baru Starbucks, Brian Niccol menyatakan, perusahaan tidak akan menaikkan harga makanan dan minuman pada tahun 2025 mendatang, sebagai bentuk jeda. Selain membahas harga, Niccol memaparkan visinya untuk membawa Starbucks kembali ke akarnya melalui berbagai inovasi, termasuk berencana menyederhanakan proses pemesanan seluler dengan menciptakan area pengambilan khusus. Niccol juga mengungkapkan efisiensi penyajian akan menjadi prioritas, dengan target penyajian minuman espresso kurang dari empat menit. ( ben )




