Perusahaan investasi yang berbasis di London, Schroders Investment, membuka opsi untuk menjual bisnisnya di Indonesia. Sumber Reuters menyebutkan, manajer aset global tersebut sedang mempertimbangkan untuk keluar dari beberapa pasar di bawah pimpinan eksekutif terbarunya. Rencana itu didorong oleh kebijakan CEO Schroders, Richard Oldfield, memangkas unit-unit yang berkinerja buruk sebagai upaya, untuk meningkatkan kembali kinerja perusahaan setelah serangkaian pendapatan yang mengecewakan. Dikabarkan Schroders telah menyewa penasihat, termasuk UBS, untuk mengkaji kemungkinan penjualan unitnya Indonesia. Selain itu, setidaknya empat perusahaan, termasuk unit manajemen aset HSBC, Allianz dan Bank Negara Indonesia menyatakan ketertarikannya. ( ben )




