Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha Bank Perekonomian Rakyat BPR Duta Niaga pada 5 Desember 2024. Lembaga Penjamin Simpanan pun menyiapkan proses pembayaran klaim penjaminan simpanan dan pelaksanaan likuidasi BPR yang berada di Kota Pontianak itu. Tutupnya Duta Niaga ini menambah daftar bank-bank yang tutup menjadi 17 hingga Desember 2024 ini. Jumlah itu melampaui rata-rata jumlah bank jatuh setiap tahunnya menurut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurut Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, setiap tahun ada sebanyak 6 hingga 7 BPR jatuh. Utamanya, bank-bank yang jatuh itu disebabkan oleh mismanagement oleh pemiliknya. LPS sendiri telah mendapat anggaran untuk menyelamatkan sebanyak 12 BPR tahun ini. Artinya, jumlah BPR yang jatuh sudah melebihi anggaran tersebut. Namun Purbaya memang menyebut jumlah BPR yang jatuh tahun ini bisa saja melebihi anggaran.




