PwC Indonesia, mengungkapkan jumlah perusahaan di Indonesia yang mengalokasikan dana untuk meningkatkan keamanan siber masih sangat rendah. Menurut PwC Indonesia berdasarkan data internal, 36 persen perusahaan yang baru-baru ini disurvei mengocek biaya lebih dari 1 juta dolar amerika untuk membayar pelanggaran data, naik dari 27 persen dibandingkan 2023. Hal ini membuat 49 persen direktur perusahaan menganggap keamanan siber sebagai tantangan pengawasan yang besar. Sementara itu, kemajuan teknologi GenAI dan cloud telah meningkatkan kerentanan, dan 42 persen eksekutif kini juga menyesuaikan strategi mereka untuk mengatasi ancaman dari quantum computing. ( tbu )




