Operator kereta bawah tanah, Tokyo Metro, diperkirakan akan meraup 348,6 miliar yen setelah menetapkan harga penawaran umum perdana di kisaran tertinggi, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Jika angka tersebut benar, ini akan menjadi IPO terbesar di Jepang selama enam tahun, meski Tokyo masih menolak berkomentar. Disebutkan, Perusahaan telah menetapkan harga saham 1.200 yen per saham, atau lebih tinggi dibandingkan dengan kisaran 1.100 hingga 1.200 yen. Harga tersebut memberikan Tokyo Metro imbal hasil dividen sebesar 3,3 persen, berdasarkan perkiraan dividen sebesar 40 yen per saham untuk tahun keuangan yang berakhir pada bulan Maret 2025. ( ben )



