Pergerakan Bitcoin tertahan oleh meningkatnya data inflasi Amerika Serikat, sehingga perhatian investor kini tertuju pada keputusan The Fed dan pemilihan presiden Amerika pada bulan November mendatang. Tercatat, pekan lalu data Consumer Price Index, CPI Amerika, sebagai indicator inflasi bulan September menunjukkan kenaikan dari ekspektasi sebesar 2,3 menjadi 2,4 persen secara tahunan. Selain itu, inflasi inti yang tidak termasuk harga energi dan makanan, juga mencatat peningkatan menjadi 3,3 persen, atau melampaui prediksi yang sebesar 3,2 persen. Pasca rilis data indicator inflasi akhir pekan lalu, nilai Bitcoin sempat drop ke posisi 59 ribu dollar amerika, meski senin sore tadi kembali menguat. ( ben )



