Lesunya kinerja industri manufaktur nasional berakibat fatal. Beberapa subsektor manufaktur mengirim sinyal adanya ancaman PHK karyawan karena berbagai faktor. Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan menyebut, pada Januari-Agustus 2024 terdapat 46.240 pekerja yang terkena PHK, atau naik 23,7 persen year on year dibandingkan periode sama 2023.




