CEO Meta, Mark Zuckerberg telah menegaskan bahwa dirinya akan tetap netral dalam pemilu 2024, berbeda dengan beberapa pendiri teknologi lainnya. Pernyataan ini disampaikan melalui surat yang dikirim kepada Jim Jordan, seorang anggota Partai Republik yang menjabat sebagai Ketua Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Amerika Serikat. Jordan sebelumnya telah menjadi kritikus vokal terhadap Zuckerberg. Dalam surat itu Zuckerberg dengan tegas menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk tidak berperan aktif dalam pemilu atau bahkan tampak berperan. Hal ini berbeda dengan posisinya pada pemilu sebelumnya di tahun 2020, dimana Zuckerberg dan istrinya menyumbangkan 400 juta dolar amerika untuk mendukung infrastruktur pemilu, yang kemudian memicu kontroversi dan tuduhan keberpihakan. Pada pemilu 2020, sumbangan besar Zuckerberg menjadi sorotan setelah beberapa pihak, terutama dari Partai Republik menuduh dana itu digunakan untuk menguntungkan Partai Demokrat.




