Pemerintah Tiongkok

Pemerintah Tiongkok sejak selasa 23 Juli kemarin, mulai melakukan review terkait rencana perpanjangan pengenaan BMAD atas impor baja dari Uni Eropa, Inggris, Korea Selatan, dan Indonesia. Kementerian Perdagangan Tiongkok akan melakukan peninjauan atas BMAD yang telah diberlakukan sejak bulan Juli tahun 2019, atas impor billet baja tahan karat dan plat, berikut gulungan baja tahan karat canai panas, dengan tarif berkisar 18,1 sampai 103,1 persen selama 5 tahun. Data BPS menunjukan, besi dan baja merupakan salah satu dari 10 komoditas ekspor utama Indonesia, yang pada bulan Juni 2024 nilai ekspornya melampaui 2,1 miliar dolar amerika, dan Tiongkok menjadi pasar terbesarnya.  ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *