Sektor perpajakan Jepang pada tahun fiskal yang berakhir Maret mencatatkan rekor baru ditengah tren pelemahan nilai mata uang yen dan tingginya inflasi. Tercatat, pendapatan pajak Jepang naik dari 71,1 menjadi 72,1 triliun yen, dan pendapatan pajak perusahaan tumbuh dari 14,9 menjadi 15,9 triliun yen. Namun pendapatan pajak penghasilan Jepang untuk tahun fiskal 2022, turun dari 22,5 menjadi 22,1 triliun yen. Meski demikian kondisi fiskal Jepang masih buruk, lantaran mempunyai beban utang publik terberat di antara negara-negara maju. Menurut Dana Moneter Internasional jumlah utang Jepang diperkirakan setara 250 persen dari produk domestik bruto. ( ben )




