Yuan Tiongkok akan menggantikan dolar Amerika Serikat sebagai mata uang perdagangan utama Rusia. Hal itu sebagai sanksi baru yang dikenakan Barat terhadap Rusia. Menurut Alexandra Prokopenko, peneliti di Carnegie Russia Eurasia Center, jalan masih panjang sebelum ada ancaman nyata terhadap dominasi dolar, namun tren menuju fragmentasi sistem keuangan global tidak dapat diubah saat ini. Komentar itu muncul ketika serangkaian sanksi baru Amerika Serikat diumumkan awal bulan ini, yang dimaksudkan untuk memberikan tekanan besar pada keuangan Rusia. Diantara targetnya adalah Bursa Moskow dan entitas besar lainnya yang memfasilitasi transaksi mata uang. Sebagai balasan, Bursa Moskow membatasi pertukaran dolar Amerika dan euro sehingga secara efektif menghentikan sumber utama akses orang Rusia terhadap mata uang Barat. ( tbu )




