Boeing menghadapi tenggat waktu pada hari ini 13 Juni untuk menanggapi keputusan Departemen Kehakiman Amerika Serikat bahwa mereka dapat dituntut lantaran melanggar kesepakatan tahun 2021 yang memungkinkannya lolos dari tuntutan pidana atas dua kecelakaan fatal Boeing 737 MAX. Boeing menyebut menolak mengomentari komunikasi spesifik apapun dengan Departemen Kehakiman, namun mereka memastikan terus menjalin hubungan secara transparan dengan Departemen Kehakiman. Kasus itu yang berkaitan dengan perjanjian penuntutan yang ditangguhkan atas dua kecelakaan Boeing 737 MAX pada tahun 2018 dan 2019 yang masing-masing merenggut 346 nyawa, terjadi ketika Boeing menghadapi pengawasan yang lebih ketat menyusul masalah manufaktur dan keselamatan baru-baru ini. ( tbu )




