OJK mencatat rasio margin bunga bersih atau NIM perbankan mengalami tren penyusutan. Tercatat, per Maret 2024 NIM perbankan menjadi 4,59 persen, turun 18 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan NIM terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya dana yang tidak diimbangi dengan peningkatan suku bunga kredit. Bank-bank peraup margin bunga tinggi ini didominasi oleh bank digital seperti Bank Seabank Indonesia, Bank Neo Commerce hingga Bank Amar Indonesia. Seabank mencatatkan NIM pada level 15,41 persen per Maret 2024. Bank Neo Commerce mencatatkan NIM pada level 19,92 persen. Bank Amar Indonesia bahkan mencatatkan NIM pada level 22,73 persen atau yang tertinggi di Indonesia. ( tbu )




