Inflasi di Singapura pada bulan Februari kemarin melonjak, akibat kenaikan biaya jasa dan pangan, yang sebagian besar terkait dengan belanja saat perayaan Imlek. Data resmi yang dirilis hari ini menunjukan, inflasi inti Singapura yang tidak termasuk biaya transportasi dan akomodasi swasta, naik dari sebelumnya 3,1 menjadi 3,6 persen. Sementara Inflasi umum Singapura juga melonjak, dari 2,9 persen dibulan Januari menjadi 3,4 persen, seiring kenaikan biaya akomodasi. Kementerian Perdagangan dan Industri, serta Otoritas Moneter Singapura menyatakan, inflasi pada bulan Februari didorong oleh faktor musiman yang terkait dengan perayaan Imlek. ( ben )



