Salah satu perusahaan pakaian olahraga terbesar di dunia, Nike, disebut mulai kehilangan pangsa pasarnya melawan merek rintisan seperti On dan Hoka. Sejumlah analis keuangan pun menilai perusahaan perlu berinvestasi pada gaya yang lebih baru. Pasalnya, Nike memangkas perkiraan penjualan tahunannya dan membuat saham jatuh 11 persen. Produsen sepatu Air Jordan itu disebut menyalahkan perilaku belanja konsumen yang saat ini cenderung berhati-hati. Perusahaan pun menyusun program penghematan biaya sebesar 2 miliar dolar amerika atau 30 triliun rupiah. Hal ini menandakan perubahan strategi perusahaan untuk fokus pada profitabilitas dibandingkan pertumbuhan penjualan. Selain itu, Nike turut mengumumkan pihaknya akan mengeluarkan sekitar 400 juta hingga 450 juta dolar amerika untuk biaya pesangon karyawan pada kuartal ini. Namun, Nike tidak merinci berapa jumlah pekerjaan dan karyawan yang akan diberhentikan. (detik-tbu)




