Kadin DKI Jakarta menyebut, penjualan ritel cenderung meningkat saat momentum perayaan Natal dan Tahun Baru, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga, seperti makanan dan pakaian. Selain momentum Nataru, penjualan ritel juga mendapat angin segar lantaran saat ini telah memasuki masa kampanye di momentum Pemilu. Ketua Umum KADIN DKI, Diana Dewi mengatakan untuk tahun lalu saja perputaran uang selama Nataru mencapai 23 koma 8 triliun rupiah dengan penyumbang terbesar ada di sektor transportasi, pangan dan pakaian. Untuk tahun ini diprediksi akan kembali meningkat mengingat pandemi Covid-19 telah usai. Cukup besar dalam memberi kontribusi bagi perekonomian nasional. Sementara Diana juga menerangkan sejumlah pengusaha mengalami penurunan pendapatan 20 sampai 40 persen efek boikot produk yang dianggap pro Israel. (ktn-tbu)



